Agar Dimudahkan Rezeki





IMMPOS.COM - Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu mengucapkan, "Inna Sholati Wanusuki Wamahyaya Wamamati Lillahirabbil Alamin - Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam." (QS Al-An'am: 162) artinya dengan sadar, setiap yang kita lakukan prioritasnya adalah Allah dan hanya mengharap ridho Allah.

Tidak berbeda dengan bekerja, seorang ayah yang meninggalkan rumah mencari nafkah untuk keluarganya, agar sang anak dapat sekolah, agar sang istri dapat menjaga kehormatannya, agar keluarga kecil yang ia miliki dapat khusyuk, tidak kelaparan ketika sholat. Maka setiap keringat yang keluar dari tubuh sang ayah juga merupakan bentuk ibadah.

Ketika kita tahu bahwa mencari rezeki yang halal dengan niat karena Allah adalah termasuk ibadah. Maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah bekerja keras dan bersungguh-sungguh karena Allah Swt. Bekerja keras merupakan salah satu sebab Dia memudahkan kita dengan limpahan rezeki-Nya. Maka, merugilah jika seseorang malas bekerja dan tidak bersungguh-sungguh dalam mencari rezeki.

Memang Rezeki, Jodoh, Kematian semuanya telah ditetapkan oleh Allah SWT. Namun Allah sendir pula yang memerintahkan kita “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11) 

Dalam sebuah hadits Rasul bersabda, "Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. At-Tirmidzi). Artinya tawakal yang benar menurut rasul adalah Ikhtiar dengan sekuat tenaga dan mengembalikan semua hasilnya kepada Allah.

Ada ungkapan menarik dari seorang Bill Gates, “Kalau Anda lahir miskin, itu bukan salah Anda tapi kalau Anda meninggal miskin, pasti itu karena salah Anda sendiri” (Bill Gates). Kata miskin dalam quote dari Bill Gates tersebut berlaku dalam semua aspek kehidupan kita. Bisa berarti miskin iman, miskin ilmu, miskin keterampilan, miskin ibadah, miskin amal saleh, miskin kesehatan, miskin wawasan, miskin kebahagiaan, miskin semangat melayani, miskin percaya diri, miskin sikap positif, miskin semangat/antusiasme, miskin kesabaran, miskin bersyukur, miskin kerendahan hati, miskin keikhlasan, miskin silaturahmi, dan sebagainya.

Bolehlah kita belajar dari Siti Maryam. Bagaimanapun dekatnya Allah kepada dirinya, tetap saja Allah memintanya untuk berikhtiar agar mendapatkan rezeki. Allah Swt. berfirman kepadanya, “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam [19]: 25)

Maka untuk menjawab perkataan Bill Gates diatas, kiranya cocok mengutip sabda Baginda Nabi Muhammad SAW, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah” (HR. Muslim). 

Maka untuk menjawab pertanyaan tema diatas kita juga harus mempersiapkan semua kekuatan itu. Kuat iman, kuat ilmu, kuat keterampilan, kuat ibadah, kuat amal shaleh, kuat kesehatan kuat wawasan, kuat kebahagiaan, kuat semangat melayani, kuat percaya diri, kuat sikap positif, kuat semangat/antusiasme, kuat kesabaran, kuat bersyukur, kuat kerendahan hati, kuat keikhlasan, kuat silaturahmi dan lain-lain.

Posting Komentar

0 Komentar