Menyiapkan Generasi Khoiru Ummah




IMMPOS.COM - Umat Islam adalah umat terbaik di mana Allah sendiri yang memberi predikat "Khoiru Ummah" yang tertuang dalam surah Ali-Imran Ayat 110. Jika predikat yang telah Allah jaminkan kepada kita tentu harus dibarengi dengan ikhtiar yang serius dalam mewujudkannya. Menjadi ummat terbaik dalam zaman yang rumit ini dibutuhkan bimbingan yang nyata dari seroang guru keteladanan.

Dalam sejarah perjalanan panjang, ummat Islam telah melewati berbagai fase zaman. Pasang surut hal tersebut merupakan hal yang biasa dalam kehidupan. Namun ada banyak hal yang perlu dipahami bahwa pembangunan perjuangan tersebut tak lepas dari seorang penggerak yang concern mengatur ritme perjungan ummat Islam. Dimulai dari Rasulullah SAW menjadi suri tauladan para sahabat pada waktu itu, beliau langsung menjadi guru para sahabat generasi emas perjuangan awal umat Islam, mayoritas sahabat terdiri dari hamba sahaya kaum Kafir Qurays.

Maka tidak heran di setiap zaman memiliki tokoh-tokoh perjuangan yang berpengaruh dalam penentuan peradaban ke masa berikutnya. Kita lihat dari awal peradaban Islam bermula, bahwa Rasulullah Saw menjadi guru pertama dalam membimbing para sahabat dalam ketauhidan dan keimanan. Para sahabat yang mayoritas terdiri dari para hamba sahaya yang dipandang rendah dan beberapa para hartawan yang terpandang di kota Makkah pada waktu itu, kemudian hidayah Islam menyentuh hati mereka. Rasulullah Saw sebagai seorang guru mengajarkan arti penting ketauhidan dan akhlak, derajat sahabat yang hamba sahaya diangkat tidak ada perbedaan satu sama lain dan sama dihadapan Allah Swt.

Sehingga generasi terbaik yang lahir dari guru terbaik adalah generasi para sahabat. Mereka merupakan generasi terbaik dalam sejarah Islam karena dididik langsung oleh Rasulullah Saw. Banyak sejarah hebat yang menggambarkan peran guru sangat penting dalam karakter ummat kedepan, ketika tujuan utama adalah menjadi generasi terbaik, maka tugas kita adalah menyiapkan instrumen dalam pengembangan pendidikan tersebut demi menciptakan generasi terbaik yang akan lahir.

Maka kini kita berada dalam posisi di mana harus mewujudkan tujuan mulia yang dijanjikan tersebut menjadi pelopor "Khoiru Ummah" yang dibarengi sebagai ummatan washathan yang tertuang dalam surah Al-baqarah 143, yang berarti menjadi ummat terbaik yang tetap menjaga prinsip keislaman yang moderat yang mengedepankan akhlak dan amal.

Instrumen yang harus ada dalam menyiapkan generasi terbaik adalah seorang guru pendidik. Akan tetapi, menemukan sosok seorang guru yang ideal saat ini sangatlah tidak mudah. Kesenjangan moral yang nyata, kebimbangan akhlak dan iman generasi muda saat ini karena kurangnya potensi guru dalam mewujudkan generasi yang "Khoiru Ummah". Invansi budaya barat yang rusak menjadi bukti kelemahan doktrin keimanan yang makin tergerus zaman. Maka dibutuhkan sosok guru yang mampu memberikan dampak positif bagi muridnya.

Tegambar jelas Jika letak peradaban suatu bangsa terllihat dari generasi muda., dan untuk mendidik generasi muda dibutuhkan tenaga pendidik yang kuat secara moral dan mental. Karena generasi yang hebat akan membuat peradaban yang konstruktif, yang memberikan pencerahan. Namun jika generasi yang lahir adalah generasi yang suu maka peradaban yang akan lahir akan dibangun secara destruktif yang melahirkan kehancuran dan keterbelakangan.

Sebuah peristiwa bersejarah terukir indah ketika Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dengan membawa pasukan yang luar biasa kuat. Seorang pemuda berusia dua puluh satu tahun sanggup menaklukkan kekaisaran Byzantium yang berdiri ribuan abad dengan kokohnya. Hal ini tak terlepas dari peran Syaikh Aaq Syamsuddin yang menjadi murobbi yang menguatkan ruh jihad, akhlak dan keimanan Muhammad Al-Fatih

Kini kesenjangan semakin jelas ketika degradasi moral generasi saat ini melahirkan peradaban yang destruktif maka kerusakan yang semakin menjadi-jadi, dan ini menyadarkan kita bahwa tugas kita semua akan peran dan fungsi ummat Islam adalah untuk menjadi contoh bagi ummat yang lain untuk melahirkan peradaban yang konstruktif melalui generasi yang "Khoiru Ummah".

Maka untuk mewujudkannya adalah dengan berkolaborasi menjadi ummat terbaik, menanggalkan ego kelompok, mengesampingkan masalah dengan fokus mencari solusi dengan izzah dan semangat persatuan. Padahal Allah Swt memerintahkan Rasulullah Saw untuk mendidikan sahabat menjadi generasi unggul dan hebat. Generasi terbaik itu dikatakan, generasi yang tidak ada tandingannya. Bayangkan umat Islam memiliki potensi yang luar biasa yakni potensi sejarah kegemilangan Islam yang bisa memacu semangat perjuangan.

Lalu apa rahasia untuk menciptakan generasi "Khoiru Ummah", yakni dengan mengikuti cara-cara Rasulullah Saw dalam mendidik. Beliau menjadi guru yang terbaik (Uswatun Hasanah), membuat kurikulum pendidikan terbaik ( tauhid-ibadah-dakwah) lalu akhirnya melahirkan proses yang terbaik, hingga akhirnya terciptanya generasi terbaik.


Oleh: Dian Oka Putra
(Anggota Komisi Infokom MUI-Riau/Mahasiswa S3 UIKA-Bogor)

Posting Komentar

0 Komentar