Dosa Yang Membuat Pelakunya Masuk Surga



Banyak sekali kisah orang-orang terdahulu sampai kepada kita tentang dosa yang dilakukan seseorang namun menjadikan ia masuk kedalam surga. Hal itu dikarenakan pelakunya menyadari bahwa ia telah terjerumus melakukan dosa lalu ia bertaubat dan memohon ampunan dengan bersungguh-sungguh kepada Allah, karena ia tahu bahwa Allah maha pengampun atas segala kesalahan.

Jika kita membuka kitab Riyadhus Sholihin Imam An-Nawawi pada bab ke-2, kita akan langsung disuguhkan kisah seorang laki-laki yang telah membunuh 99 orang. Kemudian ia bertanya kepada penduduk sekitar tentang seorang yang alim yang dengannya ia akan berkonsultasi perihal tindakanya itu, maka ia ditunjukkan kepada seorang rahib (pendeta Bani Israil).

Setelah mendatanginya, ia menceritakan bahwa ia telah membunuh 99 orang, kemudian ia bertanya : “Apakah ia bisa bertaubat?”. Ternyata pendeta itu menjawab : “Tidak” Maka pendeta itupun dibunuh sehingga genaplah jumlahnya seratus. Kemudian ia mencari kembali tentang seorang yang paling alim di atas bumi ini. Lalu Ia ditunjukkan kepada seorang laki-laki alim.

Setelah menghadap ia bercerita bahwa dirinya telah membunuh seratus jiwa, dan bertanya : “Bisakah saya bertaubat?” Orang alim itu menjawab: “Ya, siapakah yang akan menghalangi orang bertaubat? Pergilah kamu ke kota ini (menunjukkan ciri-ciri kota yang dimaksud) sebab di sana terdapat orang-orang yang menyembah Allah Ta`ala. Beribadahlah kepada Allah bersama mereka dan jangan kembali ke kotamu. Karena kotamu kota yang jelek!”

Lelaki itupun berangkat, ketika menempuh separuh perjalanan maut menghampirinya. Kemudian timbulah perselisihan antara malaikat rahmat dengan malaikat azab, siapakah yang lebih berhak membawa rohnya. Malaikat rahmat beralasan bahwa : “Orang ini datang dalam keadaan bertaubat, lagi pula menghadapkan hatinya kepada Allah.” Sedangkan malaikat Azab (bertugas menyiksa hamba Allah yang berdosa) beralasan: “Orang ini tidak pernah melakukan amal baik.”

Kemudian Allah SWT. mengutus malaikat yang menyerupai manusia mendatangi keduanya untuk menyelesaikan masalah itu dan berkata: “Ukurlah jarak kota tempat ia meninggal antara kota asal dan kota tujuan, Manakah lebih dekat, maka itulah bagiannya.”Para malaiakat itu lalu mengukur, ternyata mereka mendapati si pembunuh meninggal dekat kota tujuan, maka malaikat Rahmatlah yang berhak membawa roh orang tersebut.” (H.R Bukhari dan Muslim ).

Pada riwayat lain di dalam kitab Ash-Shahih disebutkan : “Ia lebih dekat sejengkal untuk menuju daerah tujuan, maka ia dimasukkan dalam kelompok mereka.”

Ada pula kisah pada masa Nabi Musa A.S, saat itu terjadi musim kemarau yang luar biasa lama, hingga mengakibatkan kekeringan melanda seluruh negri. Hingga pada suatu hari Nabi Musa berdoa kepada Allah agar menurunkan hujan di tengah kekeringan tersebut. Nabi Musa dan kaumnya bersama-sama beroda bersama di tanah lapang, "Wahai Tuhan penguasa hujan, turunkanlah hujan.”

Namun, saat itu hujan tak kunjung turun. Mereka pun kembali memohon pada Allah, “Wahai Tuhan penguasa hujan, turunkanlah hujan.” Musa kemudian berkata, “Ya Allah, biasanya Engkau selalu mengabulkan permohonan kami, mengapa kali ini hujan tidak kunjung turun?”

Setelah Nabi Musa berkata demikian, Allah menjawab. Bahwa hujan itu tak bisa turun karena di antara mereka ada orang yang berbuat maksiat selama 40 tahun lamanya. Kemaksiatan itulah yang menyebabkan hujan dari langit tak bisa turun. Allah memerintahkan agar orang yang berbuat maksiat itu keluar dari tanah tersebut.

"Saudara-saudaraku Bani Israil, aku bersumpah bahwa di antara kita ada orang yang bermaksiat selama 40 tahun. Akibatnya Allah tidak menurunkan hujan untuk kita. Ia tak akan turun hingga orang itu pergi, maka usir orang itu darisini," ujar Musa pada kaumnya.

Mendengar hal tersebut, orang yang berbuat maksiat tersebut akhirnya tersadar. Ia berharap ada orang yang melangkahkan kakinya keluar dari tanah itu, namun nyatanya tak ada seorang pun yang mengaku. Hingga akhirnya ia pun mengaku dan berdoa kepada Allah.

“Ya Allah, aku telah bermaksiat kepada-Mu selama 40 tahun. Aku mohon Engkau menutupi aibku. Jika sekarang aku pergi, pasti dilecehkan dan dipermalukan. Aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatanku lagi. Terimalah taubatku dan tutupi aibku ini.”

Seketika hujan pun turun, hal ini membuat Nabi Musa dan kaumnya terheran. Karena ia belum melihat siapapun yang pergi dari tanah itu. Kemudian Allah menjawab kebingungan Musa. Allah berfirman, “Musa, hujan turun karena Aku gembira, hamba-Ku yang bermaksiat kepada-Ku selama 40 tahun itu telah bertaubat.”

Nabi Musa kemudian memohon kepada Allah untuk ditunjukkan siapa orang yang telah bertaubat itu. Namun, Allah Sang Maha Pengasih dan Penyayang dan selalu menutupi aib hamba-Nya menjawab, “Musa, ia bermaksiat kepada-Ku selama 40 tahun, dan semuanya Kurahasiakan. Mungkinkah setelah sekarang ia bertaubat, Aku akan mempermalukannya?”

Masya Allah, betapa luasnya ampunan Allah pada hamba-Nya. Meskipun hamba-Nya telah bermaksiat berpuluh-puluh tahun, Allah tetap memaafkannya bahkan menutupi aibnya.

Akhir kata, Marilah kita bertaubat kepada Allah atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan entah itu disengaja ataupun tidak disengaja. Karena Sesungguhnya Allah gembira menerima taubat hamba-Nya, melebihi kegembiraan seseorang diantara kalian ketika menemukan kembali untanya yang hilang di padang yang luas.” (Muttafaqalaih) 

Posting Komentar

0 Komentar