Gerakan Mahasiswa Dalam Arus Media Informasi




IMMPOS.COM - Dari sekian banyak tantangan yang beragam dan mengagumkan yang kita hadapi saat ini, yang paling hebat dan penting adalah bagaimana memahami serta membentuk revolusi teknologi baru, yang memerlukan tidak kurang dari suatu transformasi umat manusia. Era digital merupakan era di mana seluruh kegiatan manusia telah dipermudah oleh canggihnya teknologi. Kecanggihan teknologi menjadi pertanda berkembangnya peradaban manusia. 

Sebelumnya untuk bertukar kabar dengan keluarga, harus berkirim surat atau mendatangi telepon umum. Berbeda halnya dengan era sekarang, perkembangan teknologi mengharuskan masyarakat meninggalkan berkirim surat dan mendatangi telepon umum. Saat ini teknologi mampu memadukan antara pesan (surat) dan telepon suara bahkan sekaligus dapat melihat wajah lawan bicara.

Setiap perubahan pasti ada baik dan buruk, begitupun dengan kecanggihan teknologi. Cepatnya informasi menyebar menjadi masalah baru bagi kehidupan masyarakat. Sering kali informasi yang sampai pada layar masyarakat merupakan berita bohong (hoaks) dan diterima secara mentah tanpa diolah terlebih dahulu. Lain dari itu, media digital juga digunakan sebagai senjata dalam menghadapi perang identitas. Untuk mempertahankan identitas individu ataupun kelompok segala cara dapat dilakukan.

Mahasiswa merupakan lapisan masyarakat yang memiliki kompetensi akademis yang baik di bidang tertentu dan memiliki kepekaan terhadap sebuah permasalahan di masyarakat. Mahasiswa Indonesia saat ini kebanyakan berasal dari generai Z. Ditambah bonus demografi Indonesia yang mayoritas generasi Y dan generasi Z. Kedua generasi tersebut merupakan generasi produktif dan dapat menyesuaikan zaman terutama era digital saat ini. IMM yang merupakan gerakan mahasiswa yang bergerak pada gerakan pencerahan yang memiliki cita-cita dan tujuannya selaras dengan orgnisasi Muhammadiyah yang merupakan afiliasinya ini sudah sepatutnya untuk melakukan gerakan pencerahan digital dalam arus media informasi.

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kemasyarakatan, IMM perlu menanggapi fenomena ini. Untuk menanggapi fenomena tersebut dan kemudian menyelesaikannya, gerakan IMM perlu bertransformasi pada tataran media baik secara organisatoris maupun secara gerakan. Kader IMM yang identik dengan mahasiswa mampu membendung penyebaran hoaks dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki.

Literasi digital merupakan suatu kemampuan soft skill yang selayaknya dimiliki mahasiswa guna menghadapi era revolusi industri 4.0. Mahasiswa adalah kalangan muda intelektual yang memiliki peran bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga bagi masyarakat, bangsa dan negara. Status mahasiswa merupakan status pada level intelektual yang tinggi, usia muda dengan idealisme yang masih kuat. Peran dan fungsi mahasiswa dalam hal ini sangat dibutuhkan. 

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai penyambung hidup generasi, berjuang dalam menegakkan serta memperjuangkan cita-cita dari Muhammadiyah dalam bidang akademisi haruslah dimaknai secara mendalam. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai organisasi kemahasiswaan juga harus mengambil peran lebih dalam menyikapi hal tersebut. IMM yang notabene-nya adalah mahasiswa harus mengembalikan dan menyadarkan tugas mahasiswa kearah yang ideal, yaitu berada di antara masyarakat dan pemerintah. Artinya bahwa mahasiswa harus berani mengkritisi kebijakan pemerintah yang salah dan mendukung kebijakan pemerintah yang benar. Mahasiswa harus sadar bahwa dirinya sebagai pemegang tampuk pimpinan umat. Dan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan dan kader masa depan bangsa. Jangan sampai terlena dengan kenyamanan di era globalisasi.

Kader IMM memiliki spirit dalam menjalankan tugas sucinya untuk berperan aktif di kehidupan bermasyarakat. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, maka harus jadi pembeda yang gerakannya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Anggun dalam moral unggul dalam intelektual sebagai sebuah slogan tak henti-hentinya kita agungkan. Mari berhenti dari kejunuban berpikir. Mari bergerak untuk merebut momentum, meretas zaman, dan menduniakan gerakan.

Media merupakan suatu wadah komunikasi bagi kita semua. Ada begitu banyak kemudahan yang bisa kita dapatkan melalui media salah satunya yaitu informasi. Seiring dengan perkembangan zaman, media semakin hari semakin canggih dan semakin memudahkan bagi kita semua untuk mendapatkan informasi jauh lebih cepat dalam skala yang besar Informasi bisa didapatkan melalui media.

Dampak dari era digitalisasi begitu besar dan sangat berpengaruh dalam perubahan pola pikir masyarakat. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang memiliki tiga medan juang diharapkan menjadi garda terdepan dalam meminimalisir dampak dari era digitalisasi. Khususnya dalam gerakan kader IMM di era digitalisasi ini, Tugas yang diemban adalah melakukan transformasi sosial. 

Kader IMM harus menjadi agen perubahan dalam masyarakat dan mengawasi berbagai masalah dan persoalan yang ada terhadap media informasi. Karena itulah IMM memiliki trilogi yang dimaknai sebagai integral dalam menjalankan aktivitas sosial kadernya. Transformasi trilogi kepada kader menjadi hal utama.

Dengan tranformasi trilogi IMM ini diharap dapat membentengi diri dan memberi bekal kepada kader di era digitalisasi. Tidak hanya sampai disini diharapkan kita kader IMM menjadi agen perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Dan juga generasi milenial yang di dominasi oleh mahasiswa ini harus bisa bertindak sebagai agent of change di era digital dalam membangun dan menumbuhkan literasi digital.


Oleh: Putri Dewi Milea Aulia 
(Sekertaris Bidang Tabligh PC IMM Bogor)

Posting Komentar

0 Komentar