Metode Pendidikan Muhammad SAW

Pendidikan merupakan hal sangat penting dalam kehidupan. Pendidikan mempunyai tugas yang sangat berat untuk membentuk generasi ke generasi dengan membentuk sebuah karakter yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits serta nantinya bisa menghantar manusia ke fungsi yaitu menjadi “Khalifah fil ardl”. Baik buruknya sebuah peradaban bisa kita lihat juga langsung dalam masalah pendidikan.

Nabi Muhammad merupakan sosok yang sangat pantas untuk di contoh, baik dalam perilaku dan perbuatannya. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.s Al Ahzab 21

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا

Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”.

Dari penggalan ayat di atas dapat dijelaskan bahwasanya Nabi Muhammad merupakan sebaik baik manusia yang di tunjuk langsung oleh Allah untuk menyampaikan sebuah risalah kepada umatnya (Shalihah, Raasliyatush, and Samilah 2020). Agama Islam merupakan sebuah agama yang sangat perhatian terhadap sebuah ilmu pengetahuan dan pendidikan. Allah Swt sudah jelas menegaskan bahwa tugas Nabi Muhammad Saw adalah mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan (Arsyad 2020).

Apa itu pendidikan?
Pendidikan adalah sebuah kegiatan transfer keilmuan yang dilakukan oleh generasi ke generasi melalui dengan berbagai cara dan metode penyampaian atau pengajaran, sehingga bisa disebut bahwa pendidikan merupakan sebuah proses yang sudah terencana yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain untuk mengupgrade kemampuan dibawah bimbingan oleh ustadz atau guru (Pito 2019). Menurut (Depdiknas 2003) Pendidikan upaya sadar serta terencana buat menciptakan atmosfer belajar serta cara kegiatan belajar mengajar supaya partisipan ajar dengan cara aktif meningkatkan kemampuan dirinya buat mempunyai daya kebatinan keimanan, pengaturan diri, karakter, intelek, adab agung, dan keahlian yang dibutuhkan dirinya, warga, bangsa serta negeri.

Pendidikan Islam
Pendidikan tidak terlepas dari hakikat pendidikan itu sendiri. Sebagaimana telah disinggung dalam kajian-kajian lebih dahulu, secara filosofis pendidikan Islam diartikan sebagai pendidikan yang berparadigma umum, yaitu dalam konteks humanisasi dan liberalisasi orang, invensi nilai-nilai keramat, kemanusiaan dan alam secara terintegrasi dalam bagan memenuhi pengabdian tugasnya kepada umat orang serta pemeluk manusia adalah semacam dedikasi Khalifah di alam.

Pengertian pendidikan tidak lain hampir sama seperti yang sudah di paparkan diatas, tetapi yang ada sedikit yang membedakkan terkait dengan pendidikan Islam itu sendiri. Pendidikan Islam merupakan sebuah pemikiran yang terfokus pada kesemestaan seperti menciptakan nilai-nilai ketuhanan, humanitas dan perhatian kepada alam secara interaktif dan humanisasi dan liberalisasi agar manusia bisa menjalankan tugas serta tanggung jawabnya di dunia sebagai khalifah di muka bumi dan sebagai bentuk tanggung jawab manusia kepada Allah Swt (Patricia 2021).

Menurut (Halid Hanafi 2018) pendidikan Islam merupakan bentuk usaha untuk tetap berusaha untuk selalu berproses serta mengembangkan fitrah bawaan manusia serta apa yang telah manusia miliki untuk menjadikan manusia sesuai dengan fitrahnya. Dapat kita ambil kesimpulan bahwa pendidikan Islam merupakan sebuah bentuk mengembangkan manusia sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam yaitu dengan berpatokan pada Al-Qur’an dan Hadits.

Tujuan Pendidikan Islam
Pendidikan memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi bawaan manusia memiliki sebuah kewajiban yang harus dilakukan karena esensi nya manusia ada di muka bumi ini adalah guna menjalankan tugas serta tanggung jawab yang Allah amanah kan kepada Hambanya.

Tujuan pendidikan Islam merupakan penggambaran nilai-nilai Islam yang hendak diwujudkan dalam individu partisipan ajar pada akhir dari cara kependidikan. Dengan misi pendidikan Islam adalah perwujudan nilai-nilai Islami dalam pribadi manusia yang didapat dari pengajar mukmin melewati cara yang terfokus pada pendapatan hasil (produk) yang berkepribadian Islam yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Satu, berakhlak agung, segar, berpendidikan, cakap, inovatif, mandiri, serta jadi masyarakat negeri yang demokratis serta bertanggung jawab, sehingga sanggup mengembangkan dirinya jadi hamba Allah yang patuh serta mempunyai ilmu wawasan luas (Patricia 2021).

Metode Pendidikan Nabi Muhammad Saw
Metode pendidikan tidak hanya sebuah cara penyampaian atau cara mengajar saja, tetapi metode pendidikan merupakan sebuah upaya untuk perbaikan secara keseluruhan untuk membentuk sebuah peradaban yang baru dan iklim yang lebih baik dari sebelumnya.

Dalam mengajar Nabi Muhammad Saw selalu memilih dan menggunakan metode terbaik. Beliau telah merumuskan sistem dan metode pendidikan yang memiliki kekhasan tertentu. Metode yang di berikan Dia amat bergengsi, alhasil mempermudah serta amat menolong dalam menguasai sesuatu anutan ataupun kasus. Rasulullah memilih metode yang mudah diingat dan tertanam kuat dalam ingatan para kawan. Kala itu para kawan melimpahkan energi ingatnya yang luar lazim buat menyambut serta menaruh ilmu yang diajarkan nabinya (Abdullah 2019).

Inilah beberapa metode yang sudah Nabi Muhammad Saw lakukan kepada para sahabatnya antara lain sebagai berikut:

1. Uswatun Hasanah
Dalam cara kegiatan belajar mengajar yang menginginkan praktek langsung. Rasul selau melaksanakannya dengan membagikan ilustrasi langsung, tidak cuma filosofi, apalagi dia melaksanakannya terlebih dulu saat sebelum di informasikan pada para sahabat.

2. Melatih dan membiasakan 
Bagi lmam Ghazali cara melatih anak ialah masalah yang terutama serta sangat penting. Anak merupakan titipan untuk kedua orang tuanya. Bila anak dilatih untuk melakukan kebaikan, maka akan tumbuh menjadi anak yang baik dan bahagia dunia akhirat. Sebaliknya bila anak dibiarkan mengerjakan keburukan dan dibiarkan begitu saja bagaikan binatang, anak hendak hidup kesusahan serta binasa. 

3. Membimbing dan mengarahkan 
Pada anak usia dini, orang tua harus banyak memberikan pengarahan, bimbingan dan pendidikan kepada anak secara maksimal, baik dalam bentuk perintah maupun larangan, ataupun dalam bentuk motivasi. 

4. Metode kisah
Merupakan cara yang paling efektif untuk memberikan sebuah nasehat kepada anak.

5. Menjelaskan dengan perumpamaan
Adakalanya Nabi Muhammad Saw menyampaikan pelajaran kepada para sahabat melalui perumpamaan atau tamsil.

6. Lemah lembut dan sering memberikan pujian
Allah sudah menanamkan kepada Nabi Muhammad untuk selalu bersikap lemah lembut kepada para sahabat dan umatnya dan memberikan reward untuk memotivasi untuk lebih giat dalam belajarnya.

7. Memberikan ganjaran atau hukuman
Ini di lakukan supaya nantinya anak lebih serius dalam melakukan pembelajaran dan tidak akan menjadi masalah yang serius dan tidak main-main dalam masalah pembelajaran.

Terakhir untuk menutup tulisan ini saya mengutip perkataan dari Abdul Karim Amrullah Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri.


Oleh : Noferi Dwi Yulianto (instruktut madya jawa tengah)

Posting Komentar

0 Komentar